gaya kepemimpinan rasulullah, gaya kepemimpinan sahabat, gaya kepemimpinan umar, gaya kepemimpinan musa as, gaya kemimpinan muhammad al-fath
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang dipergunakan oleh seseorang pemimpin
dalam mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan.
Gaya kepemimpinan kontinum.
Gaya ini gabungan dari
demokratis dengan otokratis, kedua bidangnya memiliki pengaruh yang ekstrim,
yaitu bidang atasan (pimpinan) dan bidang kebebasan bawahan. Pada bidang
pimpinan menguraikan otoritasnya dan pada bidang bawahan menunjukkan
demokrastisnya. Kedua bidang ini sangat banyak pengaruhnya.
Ada 7 (tujuh) model dari
gaya ini.
1. Pimpinan membuat keputusan, kemudian mengumumkan
kepada bawahannya. Model ini otoritas terlalu banyak, bawahan kebebasannya
sempit.
2. Pimpinan menjaual keputusan (hampir sama dengan atas) menjelaskan
untuk dilaksanakan.
3. Pimpinan memberikan ide ide mengundang pertanyaan
– atasan terbatas menggunakan otoritasnya, bawahan agak longgar kebebasannya.
1.
Pimpinan membuat keputusan sementara yang kemungkinan
dapat dirubah. Bawagan banyak terlibat – atasan otoritasnya sedikit dikurangi.
2.
Pimpinan memberikan persoalan, minta saran- saran, dan
membuat keputusan, atasan otoritas dikurangi- bawahan berpartisipasi.
3.
Pimpinan merumuskan batasan batasannya, bawahan membuat
keputusan – otoritas sangat terbatas – bawahan partisipasinya longgar.
4.
Pimpinan mengizinkan bawahan melakukan fungsi –
fungsinya dalam batasan yang telah dirumuskan pimpinan – otoritas sangat kecil
– demokrasi besar – partisipasi tinggi.








0 komentar:
Posting Komentar