Sponsor

Minggu, 24 Maret 2019

Takhshish dan Mukhashshish




Takhshish adalah mengeluarkan sebagian lafadz yang berada dalam lingkungan umum menurut hingaan yang tidak ditentukan. Sedangkan Mukhashshish ialah suatu dalil )alasan) yang menjadi dasar untuk adanya pengeluaran tersebut.
Pembagian Mukhashshish:
1.      Mukhashshish Muttashil, yaitu yang tidak dapat berdiri sendiri, tetapi pengertiannya selalu berhubungan dengan lafadz sebelumnya.
2.      Mukhashshish Munfashl, yaitu lafadz yang dapat berdiri sendiri tanpa dihubungi oleh kalimat yang pertama. Seperti masa iddah perempuan yang dithalaq adalah tiga kali suci (Al-Baqarah: 228), ditakhsishkan ‘iddah perempuan yang ditalaq dalam keadaan haml adalah sampai dengan melahirkan (Ath-Thalaq: 4).
Macam-macam Mukhashshish muttasil adalah istisna’, syarat dan sifat. Macam-macam Mukhashshish munfasil ialah:
1.      Takhsish Al-Qur'an dengan Al-Qur'an
Contoh QS. Al-Baqarah: 228 dengan At-Thalaq: 4:
وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (البقرة: 228)
Artinya:  “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al-Baqarah: 228).
وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا (الطلاق: 4)
Artinya:  “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (QS. At-Thalaq: 4).

2.      Takhsish Al-Qur'an dengan sunnah
يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ
لايرث المسلم الكافر ولا الكافر المسلم
3.      Takhsish sunnah dengan Al-Qur'an
لابقبل الله صلاة احدكم احدث حت يتوضاء
فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا
4.      Takhsish sunnah dengan sunnah
فيما سقت السماء العسر
ليس فيما دون خمسة اسق صدقة
5.      Takhsish sunnah dengan qiyas
لى الوجد الجل عرضه وعقوبته
Hadits ini ditakhsish oleh qiyas aulawy yang diambil dari pengertian ayat:
وَلاَتقل لهم اف

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net