Sponsor

Kamis, 28 Februari 2019

Pengertian Sunnah atau Hadits dan Perbedaan Hadist , Sunah, Khabar dan Asar

Perbedaan Hadist , Sunah, Khabar dan Asar 

Pengertian As-Sunnah Menurut Syari'at – Almanhaj | 

Pengertian, Perbedaan, Kesamaan Sunnah dan Hadis | 

makalah tentang pengertian hadist,sunnah



Arti sunnah secara etimologi berarti jalan yang tampak (ath thariqatul maslukah). Kata sunnah berasal dari akar kata sanna, yasinnu, sunnatan. Sedangkan secara terminologi ulama hadits memberikan arti yang berbeda sesuai disiplin ilmu mereka.
a.       Menurut ulama hadits (ahli hadits) sunnah berarti:
مَانُقِلَ عَن نَبِى صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قِوْلٍ اَوْ فِعْلٍ اَوْ تَقْرِيْرٍ اَوْ غَيْرَ ذَلِكَ
b.      Menurut ulama ushul fiqh (ahlu ushul fiqh) sunnah adalah:
مَانُقِلَ عَن نَبِى صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قِوْلٍ اَوْ فِعْلٍ اَوْ تَقْرِيْرِ الَّذِى يَتَعَلَّقَ بِالْحُكْمِ
c.       Menurut ulama fiqh
مَايثاب على فعل ولايعاقىعلىتركه\طاب الله تيالى يقتض الفحل اقتظاء غير جازم
  1. Unsur-unsur yang harus ada pada hadits
Untuk membedakan dengan masalah hikmah dan lain-lain dengan hadits, para muhaditsin memberikan persyaratan. Persyaratan itu adalah sebagai berikut:
a.       Adanya rawi, yaitu orang yang menyampaikan dan menuliskan dalam suatu kitab tentang sesuatu yang pernah didengar dan diterima dari seseorang (gurunya).
b.      Sanad, yaitu jalan yang menyampaikan kepada matan hadits.
c.       Matan, yaitu perkataan yang disebut pada akhir sanad atau sabda Nabi yang disebut sesudah habis disebutkan sanadnya.
Kalau tidak ada tiga unsur tersebut tidak dapat disebut hadits (belum bisa disebut hadits).
Dari definisi tersebut disimpulkan bahwa hadits itu dilihat dari sumber hadits ada tiga macam, yaitu:
a.       Qauliyah yaitu hadits yang berhubungan dengan perkataan Nabi. Contoh:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى (متفق عليه عن ابى هريرة)
b.      Fi’liyah yaitu hadits yang berhubungan dengan perbuatan Nabi. Contoh:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ فَإِذَا أَرَادَ الْفَرِيضَةَ نَزَلَ فَاسْتَقْبَلَ (رواه البخارى عن جابر)
c.       Taqririyah yaitu hadits yang berhubungan dengan ketetapan Nabi. Contoh:
لاولكن لم يكن بارض قوم فأجدن أعاقه قال خالد فاجتن زته فأكلمته ورسول الله صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لم ينه إلي (متفق عليه عن ابى هريرة)
1)      Hadits qudsi bisa juga disebut hadits rabby atau hadits Ilahi, yaitu maknanya dari Allah sedangkan lafadznya dari Nabi dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Bala ata ykulu Allahhu ta’ala
a)      Ana.
2)      Sedangkan hadits Nabi itu lafadz dan maknanya dari Nabi sendiri dan tidak mempunyai ciri-ciri seperti hadits qudsi tersebut.
Contoh hadits qudsi:
عن ابى هريرة قال: قال الله تعالى عز وجل: انا عند طن عبدى وانا معه حيث يذكرنى (رواه البخارى)


a.       Dari segi kuantitas sanad
Hadits dilihat dari jumlah sanad itu ada 3 yaitu:
1)      Mutawatir yaitu:
ما رواه عدد كثير تحيل العدة تواطق هم على الكذب
Hadits mutawatir ini ada dua yaitu:
a)      Mutawatir lafdzi
ما تواتر لفظه ومعنه
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ (رواه البخارى عن ابو هريرة)
b)      Mutawatir maknawai
او ما تواتر معنه دون لفظه
كان يرفع يديه حدو منكبيه (رواه امام احمد وابو داود)
Contoh: hadits tentang Nabi dalam berdo’a mengangkat tangan, ada seratus hadits yang menerangkan ini dengan redaksi yang berbeda, tetapi kesimpulannya sama, yaitu bahwa Nabi dalam berdo’a mengangkat tangan.





Pengertian As-Sunnah Menurut Syari'at – Almanhaj | 

makalah tentang pengertian hadist,sunnah

 

Pengertian, Perbedaan, Kesamaan Sunnah dan Hadis | 

Perbedaan Hadist , Sunah, Khabar dan Asar 

2)      Mutawatir masyhur
ما رواه الثلاثة فاكثر ولم يصل درجة التواتر
Oleh muhaditsin hadits masyhur ada tiga macam, yaitu:
a)      Masyhur di kalangan muhaditsin yang lain
قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ (رواه مسلم عن حابر)
b)      Masyhur di kalangan tentang
ان النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قنت بثهرا بعد الركوع على رعد ودكوان (رواه البخارى عن انس بن مالك)
Hadits ini hanya masyhur di kalangan ahli hadits.
c)      Masyhur di kalangan umum
للسئل حق وان جاء على فرس (رواه احمد عن حسير بن على)
3)      Hadits Ahad
هو مالم يتصل الى التواتر
لاَ يَنْكِحُ اِلاَّ بِوَلِىٍّ (رواه الامام احمد)

a)      Pandangan ulama tentang hadits ahad
Pandangan ulama tentang hadits ahad ini ada beberapa pendapat. Pendapat-pendapat itu adalah sebagai berikut:
(1)   Imam Syafi’i berpendapat lebih menggunakan hadits ahad daripada qiyas dalam menentukan hukum.
(2)   Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa hadits ahad itu bisa digunakan dasar hukum dengan beberapa adanya syarat.
(3)   Imam Malik dan Ibnu Hakim menerima hadits ahad sebagai dasar menentukan hukum daripada qiyas dengan:
فان السنة مقدمة على القيس


Pengertian As-Sunnah Menurut Syari'at – Almanhaj | makalah tentang pengertian hadist,sunna

 

Pengertian, Perbedaan, Kesamaan Sunnah dan Hadis | 

Perbedaan Hadist , Sunah, Khabar dan Asar 

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net