Haramkah Rokok ? | Menghilangkan Candu Rokok | Hukum Rokok
Merokok Membunuhmu !
Benar atau Tidak
Konspirasi Larang Rokok
Merokok Membunuhmu ! Kalimat yang mudah dijumpai pada tayangan iklan rokok di stasiun televisi kita. Lebih gampngnya kita juga dapat melihat tulisan tersebut di bungkus rokok. Apapun merknya.
Merokok Membunuhmu ! Kalimat yang mudah dijumpai pada tayangan iklan rokok di stasiun televisi kita. Lebih gampngnya kita juga dapat melihat tulisan tersebut di bungkus rokok. Apapun merknya.
Menurut anda apakah benar rokok itu
memang dapat membunuh kita? Saya tidak yakin. Memang secara riset kedokteran
demikian. Namun apakah para pasien sakit Jantung, Kangker bahkan Paru-Paru yang
terglimpang di Rumah Sakit di sekitar kita memang disebabkan merokok. 100 %? Tidak.
Malah bagi mereka yang bukan perokok justru mempunyai penyakit Jantung dan Paru-Paru.
Padahal di Jepang dan Yunani dimana sebagian penduduknya menikmati sebagai
perokok aktif. Namun mereka memiliki pasien penderita kangker, paru-paru.
Sebaliknya, beberapa negara yang begitu getol memerangi rokok seperti Amerika,
Rusia serta beberapa negera di kepualan Pasifik selatan malah memiliki
penderita kangker dan paru-paru cukup tinggi.
Haramkah Rokok ? | Menghilangkan Candu Rokok | Hukum Rokok
Selain itu, puluhan tetangga saya, sudah sejak
kecil terbiasa menghisap rokok. Kini umurnya telah lanjut usia. Namun sakit
yang pernah diderita olehnya sekedar pilek, sakit kepala dan pegel linu.
Perlu kita ketahui, bahwa pelarangan
penayangan atau anti rokok sering kali digulirkan oleh golongan dari barat.
Lantas kenapa jika golongan dari barat yang mengeluarkannya?
Bagi orang awam memang tak ada masalah. Sedang
bagi sebagian kelompok masyarakat Indonesia rokok tetap saja dianggap berbahaya
bahkan ada yang mengharamkannya.
Namun jika ditarik pada teori keterkaitan
ekonomi global. Pelarangan ini dapat diasumsikan untuk mematikan perekonomian
bangsa Indonesia. Alasannya, sebagian perekonomian masyarakat Indonesia
terlebih di wilayah Jawa. Sangat tergantung pada penjualan rokok. Ribuan bahkan
jutaan masyarakat Jawa bekerja pada perusahaan rokok. Lantas jika rokok sampai
benar-benar dilarang beredar dan waktunya berbarengan dengan Asean Economic Community (Perdagangan
Bebas Se-Asia Tenggara) 2015 apa yang akan terjadi? Tepat, PHK terjadi
dimana-mana; pengangguran berkeliaran tak terkendali jumlahnya; in come pendapatan rumah tangga
berkurang; parahnya masyarakat akan lebih kesulitan memenuhi kebutuhan
hidupnya. Perlu diketahui bersama, bahwa di wilayah Jawa seperti Kediri,
Bojonegoro dan Kudus. Pemenuhan ekonomi masyarakatnya sangat dibantu dari
pemasukan sebagai buruh pembuat rokok.
Lantas bagaimana nasib mayarakat
Indonesia paska di larangnya peredaran rokok, nantinya. Pun demikian pemerintah
dan beberapa golongan anti rokok tak dibenarkan sekedar melarang tanpa memberi
solusi pekerjaan.
Kembali ke teori keterkaitan ekonomi
global. Jelas kaum kapitalis barat sangat senang adanya pelarangan rokok di
Indonesia. Karena larangan tersebut, akuisisi saham perusahaan rokok sampoerna
oleh Philip Morris kenapa terjadi? Lalu, kenapa iklan rokok di televisi
Indonesia sebagian besar dikuasai oleh perusahaan tersebut? Aneh bukan. Lama
kelamaan kita pun dapat kehilangan seluruh aset saham perusahaan kita. Pertama
rokok. Esok hari bisa jadi Lombok, Bereas, produksi Pesawat terbang, mobil,
laptop atau apa lagi.
Pelarangan ini akan membuat perekonomian
masyarakat melemah. Daya beli tetap tinggi sedang alat pemenuhan daya beli,
Uang, berkurang. Negara bakalan susah kembali, utang luar negeri bakalan
ditingkatkan guna penyesejahteraan rakyat saat itu. Padahal hutang luar
negerilah yang selama ini membungkam perkembangan-kiprah kita. Kenapa tidak !
Saat ini, hutang kita mencapai U$ 300 triliun.
Haramkah Rokok ? | Menghilangkan Candu Rokok | Hukum Rokok | Berhenti Merokok dari sekarang |
Sudut Pandang Mana?
Sudut
pandang mana? Sebuah pertanyaan mendasar yang dapat kita gunakan untuk mengkaji
pelarangan rokok. Apakah kita kita berniat melarang, mencegah peredaran, atau
membiarkan rokok tetap berkeliaran di negeri kita.








0 komentar:
Posting Komentar