Sponsor

Sabtu, 23 Februari 2019

PROBLEMISASI KARAKTER REMAJA


Masalah Remaja Indonesia | Pendidikan remaja Indonesia | Masalah Populer Remaja Indonesia | 


Apakah anda tahu kalau masyarakat kita yang lahir sekitar tahun 1960 sampai 1970-an banyak yang mengalamai angka putus sekelah. Benar, memang banyak…itu dikarenakan ketika jaman belum semodern seperti sekarang dimana link, akses, beasiswa, perekonomian, nilai tukar rupiah, pembangunan infrastruktur dan struktur sudah lumayan mapan. Akhirnya sepersekian masyarkat yang lahir dalam kurun waktu tersebut banyak juga yang hari ini meresa menyesal karena tahun itu mereka tidak menamatkan enyaman bangku sekolah. Dengan berbagai alasan dan factor yang cukup bervarian.

Masalah Remaja Indonesia | Pendidikan remaja Indonesia | Masalah Populer Remaja Indonesia | 

Namun tahukah anda bahwa pada saat ini, siswa bahkan mahasiswa yang pada dasarnya telah mblenger dengan macam-macamnya pola pengajaran, pelajaran, mata kuliah, prestasi, bahkan fasilitas dunia pendidikan. Tapi ternyata sepersekian dari mereka ada yang dirasa sekolah namun tidak sekolah ketika disangkut pautkan dengan konsep prilaku dan karakter. Alasanya bahwa, semakin tingginya pendidikan yang diperolah seharusnya semakin tinggi pula pola karakter dan prilaku yang terbentuk dalam implementasinya apalagi semakin mudahnya mengakses wawasan dari situs jejajaring dan media elektronik lainya justru dapat lebih meningkatkan pamor elektabilitas mereka.
Kejanggalan ini tidak semerta-merta tanpa alasan. Cobalah anda tengok atau akses beberapa penyimpangan sosial para pelajar yang dapat mudah anda dapatkan di situs internet, kejaksaan agama, kantor kepolisian atau ke kelurahan. Maka disana anda akan dapat menemukan berbagai varian permasalahan yang cukup unik, koheren dan rumit jika dipikirkan dengan penuh kesadaran pemikiran. Secara kasatmata mulai dari kasus hamil muda diluar nikah, tawuran, konsumenisme obat-obatan terlarang, miras, pembunuhan bahkan pencurian akan anda temukan. Belum lagi model-model penyimpangan sosial yang belum banyak terekspose, dipublis oleh media dan belum banyak diketahui oleh masyarakat umum.

Masalah Remaja Indonesia | Pendidikan remaja Indonesia | Masalah Populer Remaja Indonesia | 

Memang suatu permasalahan yang teramat rumit untuk dibincangkan ketika objek pembicaraanya adalah penyimpangan sosial remaja saat ini. Kenapa tidak…! Dari laju perkembangan banyaknya penyimpangan sosial tersebut akhirnya kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan kian tahun kian perlahan menurun selain itu faktorisasi penyimpangan tersebut juga banyak bersifat sintesis-sintesis keterpaduan dasar. Selanjutnya apa? Mindset yang terbentuk adalah sekolah hanya untuk mencari selembar kertas sebagai penunjang kemudahan dalam mencari perkerjaan dimasa mendatang.

Masalah Remaja Indonesia | Pendidikan remaja Indonesia | Masalah Populer Remaja Indonesia | 

Pendidikan akan menjadi penopang kemajuan zaman jika benar manajemennya. Namun jika kurang benar pendidikan akan menjadi boomerang bagi siapa saja yang ada dalam sebuah kepemerintahan suatu bangsa. Maka dari itu pencermatan dan pembatasan terhadap penyimpangan sosial tersebut harus benar menelisik pada inti permasalahannya.
Saya pernah mendengar sebuah petuah dari seorang pemuda berkulit putih berketurunan Sunda berkata, “Semua kehidupan manusia pada dasarnya berasal dari lingkaran karma pendahulu mereka”. Jadi sebenarnya kesalahan dan penyimpangan yang terjadi hari ini sebenarnya memang sudah dipupuk rapi penyebabnya di masa yang lalu. Namun perlu pembaca ingat bahwa karma yang dimaksudkan bukanlah suatu pembalasan yang setimpal atas kesalahan yang diperbuat namun bisa jadi balasan dari sebuah kesalahan itu dapat berupa hal atau bentuk lain. Maka perlunya setiap manusia memotong lingkaran karma tersebut agar semakin tahun angka penyimpangan remaja tidak kian merebah.

Masalah Remaja Indonesia | Pendidikan remaja Indonesia | Masalah Populer Remaja Indonesia | 
Tentu betapa mirislah segrombolan pahlawan negeri yang mengalami gugur bunga dimasa lalu jika mereka masih diijinkan melangkahkan kakinya diatas tanah bumi. Menangislah mereka, marahlah jika mereka tahu jika anak seusia SD saja sudah mulai mengeksiskan publisisasi tingkahlaku menyimpangnya.
Selain itu dominasi sifat hedonisme dan konsumerisme telah merambah kesetiap lini, klan, golongan, ras seorang pemuda tanpa terbeda-bedakan. Namun apa? Ahirnya timbulah sifat yang tak menghargai proses, serta hidup bermewahan namun berusaha tidak pernah ingin mahun susah payah dalam segala hal. Semua harus serba instanisasi, mudah dalam segala hal. Setiap tindakan berpotensi untuk menyelesaikan setiap pekerjaan dengan tangan, akal dan jiwanya orang lain meski pekerjaan tersebut mudah dan sebenarnya bisa diselesaikan sendiri. Sifat yang tak menghargai proses dan konsumisasi inilah yang perlahan membunuh nasionalisme bangsa. Lalu apa yang akan terjadi jika setiap sifat ini dibina dengan bagus dalam jiwa remaja kita. Maka bersiaplah nama Indonesia itu, sebentar lagi tidak ada yang ada adalah mahluk individualis-individualis, oportunis yang tak beridealis.


0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net