Tentang Kebesaran Allah dan
Kerendahan Dunia
Segala puji bagi Allah yang dari
belas kasih-Nya tak ada orang kehilangan harapan, yang dari nikmat-nikmat-Nya
tak ada orang yang tak mendapatkan, yang dari keampunan-Nya tak ada orang yang
kecewa, dan yang ibadat kepada-Nya tak ada yang terlalu tinggi."
Dunia ini adalah suatu tempat yang
fana dan penghuninya akan meninggalkannya. la manis dan hijau. la bergegas
kepada pencarinya dan bertaut pada hati si pemandang. Maka tinggalkanlah dia
dengan perbekalan terbaik yang dapat Anda peroleh, dan jangan meminta di sini
lebih banyak dari yang cukup, dan jangan menuntut darinya lebih dari kebutuhan
hidup.
KHOTBAH 46
Ketika Amirul Mukminin
memutuskan maju Suriah (asy-Syam), ia berkata:
Ya Allah, Tuhanku, hamba
memohon perlindungan-Mu dari kesukaran perjalanan, dan kesusahan perjalanan
pulang, dari pemandangan harta dan manusia yang merusak. Ya Allah, Engkau
adalah sahabat dalam perjalanan dan Engkau adalah yang ditinggal untuk
(melindungi) keluarga. Tak ada selain Engkau yang dapat menggabungkan keduanya,
karena yang ditinggal pergi tak dapat menjadi teman dalatn perjalanan, dan yang
menjadi teman perjalanan tak dapat ditinggal pergi pada saat yang sama.
Sayid Radhi berkata: Bagian
yang lebih awal dari Khotbah ini berhubungan dengan ucapan Nabi SAWW, tetapi
Amirul Mukminin a.s. telah melengkapinya dengan sangat tepat dengan menambahkan
kalimat-kalimat yang sangat fasih di bagian akhir. Tambahan itu adalah dari
"Tak ada selain Engkau yang dapat menggabungkan" dan seterusnya. •
KHOTBAH 47
Tentang Bencana Menimpa
Kufah
Wahai Kufah, seakan-akan
saya melihat Anda tenggelam seperti kulit bersamak dari pasar 'Ukkazh, Anda
akan dicukur oleh petaka dan ditunggangi malapetaka. Tentulah saya tahu bahwa apabila
seorang lalim berniat jahat bagi Anda, Allah akan menimpakannya dengan
kecemasan dan melemparinya dengan seorang pembunuh (mengirim seseorang untuk
membunuhnya). •
Di Zaman jahiliah biasa diselenggarakan suatu
pasar tahunan di Makkah. Namanya 'Ukkazh di mana banyak diperdagangkan kulit
yang telah disamak. Kemudian kulit samakan diatributkan pada pasar itu. Di
samping jual beli, pertemuan kesusastraan juga dilaksanakan, dan orang-orang
Arab biasa menarik kekaguman dengan membacakan karya-karya mereka. Setelah
Islam, karena adanya pertemuan jemaah haji yang lebih baik, pasar itu lenyap.
Ramalan Amirul Mukminin itu terpenuhi kata
demi kata. Dunia melihat betapa orang-orang yang melakukan kelaliman dan
penindasan sewenang-wenang itu menghadapi kesudahan yang tragis, dan kehancuran
mereka disebabkan oleh penumpahan darah dan pembunuhan yang mereka lakukan.
Akhir kesudahan ibn Abih (anak dari ayah yang tak diketahui), ketika ia hendak
mengucapkan pidato untuk mencemari Amirul Mukminin, ia tiba-tiba jatuh lumpuh,
dan sejak itu tak pernah dapat meninggalkan pembaringannya. 'Ubaidillah ibn
Ziyad, yang melakukan pcrtumpahan darah di sana, terserang penyakit kusta dan
akhirnya tewas tcrbunuh oleh sebilah pedang ganas. Kekejaman al-Hajjaj ibn
Yusuf ats-Tsaqafi mengakibatkan nasib celaka. Ular menjalar masuk ke dalam
perutnya, yang menyebabkan kematiannya setelah menanggung sengsara yang sangat.
'Umar ibn Hubairah al-Fazart mati sctelah lama menderita. Khalid ibn 'Abdillah
al-Qasri menderita dalam penjara dan dibunuh dengan cara yang sangat buruk.
Mush'ab ibn Zubair dan Yaztd ibn Muhallab ibn Abi Shufrah juga terbunuh dengan
pedang.
KHOTBAH 48
Diucapkan Ketika Sedang
Menuju Suriah
Segala puji bagi Allah
ketika malam membentang dan menjadi gelap, dan segala puji bagi Allah bilamana
bintang bersinar dan terbenam. Dan segala puji bagi Allah yang nikmat-Nya tak
terbayar.
Amma ba'du, saya telah
mengirim barisan depan dan telah memerintahkan mereka tinggal di tepian Sungai
sampai tiba perintah saya (selanjutnya) kepada mereka. Niat saya ialah
menyeberangi air ini sampai ke tempat kecil kediaman manusia yang tinggal di
sisi-sisi (Sungai) Tigris dan membangkitkan mereka untuk maju ke arah musuh dan
menjadikannya pasukan pembantu bagi Anda.
Sayid Radhi berkata: Di sini
dengan milthāt Amirul Mukminin a.s. memaksudkan arah ke mana ia telah
memerintahkan orang-orang itu berkemah, yaitu tepian Sungai Efrat; milthat
digunakan untuk tepian sungai walaupun makna harfiahnya adalah tanah datar;
sedangkan dengan nutfah ia maksudkan air Sungai Efrat, suatu ungkapan yang
mencengangkan. •
Amirul Mukminm menyampaikan
khotbah ini ketika ia berkcmah di Lcmbah an-Nukhailah pada hari Rabu, 5 Syawal
37 H, dalam perjalanannya ke Shiffin. Barisan depan yang dimaksudkan ialah
12.000 orang yang telah dikirimkannya lebih dahulu ke Shiffin di bawah komando
Ziyad ibn an-Nadhr dan Syuraih ibn Hani, sementara pasukan kecil Mada'in yang
disebutkannya adalah suatu kontingen yang terdiri dari 1.200 orang yang telah
datang menjambut seruan Amirul Mukminin.
KHOTBAH 49
Tentang Kebesaran dan
Kemuliaan Allah
Segala puji bagi Allah yang
mengetahui semua hal yang tersembunyi, dan kepada-Nya semua hal yang terbuka
memandu. la tak dapat dilihat oleh mata, tetapi mata yang tidak melihat-Nya tak
dapat menyangkali-Nya, sedang pikiran yang mengukuhkan maujud-Nya tak dapat
melihat-Nya. la demikian tinggi daJam kemuliaan sehingga tak ada yang lebih
tinggi dari Dia. Tetapi kemuliaan-Nya tidak menjauhkan Dia dari segala
ciptaan-Nya, tidak pula kedekatan-Nya menjadikan mereka setara dengan Dia. la
tidak memberitahukan kepada pikiran (manusia) tentang batas sifat-sifat-Nya, la
tidak mencegahnya untuk mendapatkan pengetahuan yang hakiki tentang Dia. Maka,
la adalah sedemikian sehingga semua tanda keberadaan menyaksikan bagi Dia
sampai pikiran yang menolak pun mempercayai-Nya. Mahatinggi Allah di atas
segala yang digambarkan oleh orang-orang yang menyerupakan Dia dengan sesuatu,
atau yang menyangkali Dia. •
KHOTBAH 50
Campuran antara Hak dan
Batil
Basis terjadinya fitnah
adalah hawa nafsu yang diperturuti dan perintah yang ditambah-tambahkan
(bid'ah). Hal itu bertentangan dengan Kitab Allah. Orang bekerjasama tentangnya
sekalipun ia bertentangan dengan Agama Allah. Apabila kebatilan murni dan tak
bercampur dengan yang hak, ia tak akan tersembunyi dari orang-orang yang
mencarinya. Dan apabila yang hak murni dan tidak bercampur dengan yang batil,
orang-orang yang menaruh kebencian kepadanya akan dibungkamkan. Namun, yang
dilakukan ialah sesuatu diambil dari sini dan sesuatu diambil dari sana, dan
keduanya bercampur. Pada tahap ini iblis menaklukkan teman-temannya, dan yang
melepaskan diri hanyalah mereka yang sebelumnya telah diberi Allah kebajikan. •
KHOTBAH 51
Di Shiffin, ketika tentara
Mu'awiah menyerbu sebagian tentara Amirul Mukminin dan menduduki tepian Sungai
Efrat dan mencegah mereka mengambil airnya, Amirul Mukminin berkata:
Mereka sedang meminta pada
Anda suapan-suapan pertempuran.[1] Maka Anda (harus
memilih apakah Anda) tinggal dalam kehinaan dan kedudukan yang paling rendah,
atau membasahi pedang Anda dengan darah dan memuaskan haus Anda dengan air.
Kematian yang sebenarnya ialah kehidupan dalam taklukan, sedang kehidupan yang
sesungguhnya ialah mati sebagai penakluk. Mu'awiah sedang memimpin sekelompok
kecil pemberontak dan telah membiarkan mereka dalam gelap tentang kenyataan
sesungguh-nya, sehingga mereka telah menjadikan dada mereka sasaran kematian.
Amirul Mukminin tiba di
Shiffin ketika Mu'awiah sudah menempatkan empat puluh ribu orangnya di tepian
Sungai untuk menutup jalan ke tempat air, sehingga hanya orang Suriah yang
dapat mengambil airnya. Ketika pasukan Amirul Mukminin turun ke sana, mereka
melihat bahwa tak ada tempat persediaan air kecuali di tempat itu. Bila ada
lainnya, sukar dicapai karena harus melintasi bukit-bukit. Amirul Mukminin mengutus
Sha'sha'ah ibn Shuhan al-'Abdi kapada Mu'awiah dengan permintaan untuk membuka
jalan ke air itu. Mu'awiah menolak. Di sisi ini pasukan Amirul Mukminin
kesulitan air. Ketika Amirul Mukminin melihat situasi itu, ia berkata,
"Bangkitlah dan dapatkan air dengan pedang." Maka, orang-orang yang
kehausan ini menghunus pedang, me-masang busur dan dengan membubarkan orang
Mu'awiah, mereka langsung me-nuju sungai dan menyingkirkan penjaganya lalu
menduduki tempat itu.
Sekarang, orang-orang Amirul
Mukminin menginginkan pembalasan agar tiada seorang Suriah pun boleh mengambil
air di situ, biar mereka semua mati kehausan. Tetapi, Amirul Mukminin
mengatakan, "Apakah Anda sekalian hendak mengambil langkah-langkah yang
sama kejinya seperti yang diambil orang-orang Suriah itu? Jangan menghalangi
siapa pun menggunakan air. Barangsiapa hendak minum, boleh minum, dan
barangsiapa mau mengambilnya, boleh mengambil." Maka, walaupun air itu
dikuasai tentara Amirul Mukminin, setiap orang diberi kebebasan untuk mengambil
air.
KHOTBAH 52
(Khotbah ini telah muncul
sebelumnya, tetapi karena ada perbedaan antara kedua versinya maka kami kutip
lagi.) Pokoknya ialah kejatuhan dunia serta ganjaran dan hukuman di akhirat
Berhati-hatilah, dunia sedang
menggulung dan telah memaklumkan perpisahannya. Ihwalnya yang dikenal telah
menjadi asing dan ia sedang bergerak mundur dengan cepat. la sedang memajukan
penghuninya kepada kehancuran dan menggiring para tetangganya kepada kematian.
Hal-halnya (kenikmatannya) yang manis telah menjadi asam, dan hal-halnya yang
jernih telah tercemar. Akibatnya, yang tertinggal darinya hanyalah seperti air
sisa dalam sebuah bejana atau seteguk air dalam ukuran. Apabila seseorang
kehausan meminumnya, dahaganya tak terpuaskan.
Wahai hamba-hamba Allah, bersiaplah
untuk keluar dari dunia ini yang bagi penghuninya kebusukan telah ditetapkan,
dan (berhati-hatilah) agar hasrat hati tak menaklukkan Anda, jangan pula Anda
menganggap tinggalnya Anda di dunia ini akan lama. Demi Allah, apabila Anda
berteriak seakan unta betina yang telah kehilangan anakjiya, mendekut seperti
bunyi merpati, bergumam seperti pertapa yang khusyuk dan ber-paling kepada
Allah dengan meninggalkan kekayaan Anda dan anak-anak sebagai sarana untuk
mendapatkan kedekatan kepada-Nya dan kedudukan tinggi di sisi-Nya, atau
keampunan dosa yang telah diliput Kitab-Nya dan dicatat oleh
malaikat-malaikat-Nya, maka semua itu masih kurang dari ganjaran yang saya
harapkan bagi Anda, atau hukuman-Nya yang saya takutkan menimpa Anda.
Demi Allah, apabila hati Anda larut
sepenuhnya dan mata Anda me-numpahkan air mata darah untuk hidup di dunia ini
selama dunia ini ada, dalam keadaan demikian pun amal Anda tak dapat membayar
nikmat-Nya yang besar atas Anda dan atas pemberian petunjuk-Nya pada Anda
kepada keimanan.
Gambaran tentang
'Idul-Qurban serta Sifat-sifat Hewan Kurban
Hewan yang sepenuhnya cocok untuk
kurban, telinganya harus tegak dan matanya sehat. Apabila telinga dan matanya
sehat maka hewan kurban itu sehat dan sempuma, sekalipun tanduknya patah atau
ia berjalan menyeret kaki ke tempat pengurbanan.
Sayid Radhi mengatakan: Di sini tempat kurban berarti tempat
penyembelihan








0 komentar:
Posting Komentar