Sponsor

Minggu, 10 Maret 2019

Kebesaran Allah dan Kerendahan Dunia




Tentang Kebesaran Allah dan Kerendahan Dunia
Segala puji bagi Allah yang dari belas kasih-Nya tak ada orang kehilangan harapan, yang dari nikmat-nikmat-Nya tak ada orang yang tak mendapatkan, yang dari keampunan-Nya tak ada orang yang kecewa, dan yang ibadat kepada-Nya tak ada yang terlalu tinggi."
Dunia ini adalah suatu tempat yang fana dan penghuninya akan meninggalkannya. la manis dan hijau. la bergegas kepada pencarinya dan bertaut pada hati si pemandang. Maka tinggalkanlah dia dengan perbekalan terbaik yang dapat Anda peroleh, dan jangan meminta di sini lebih banyak dari yang cukup, dan jangan menuntut darinya lebih dari kebutuhan hidup.


KHOTBAH 46
Ketika Amirul Mukminin memutuskan maju Suriah (asy-Syam), ia berkata:
Ya Allah, Tuhanku, hamba memohon perlindungan-Mu dari kesukaran perjalanan, dan kesusahan perjalanan pulang, dari pemandangan harta dan manusia yang merusak. Ya Allah, Engkau adalah sahabat dalam perjalanan dan Engkau adalah yang ditinggal untuk (melindungi) keluarga. Tak ada selain Engkau yang dapat menggabungkan keduanya, karena yang ditinggal pergi tak dapat menjadi teman dalatn perjalanan, dan yang menjadi teman perjalanan tak dapat ditinggal pergi pada saat yang sama.
Sayid Radhi berkata: Bagian yang lebih awal dari Khotbah ini berhubungan dengan ucapan Nabi SAWW, tetapi Amirul Mukminin a.s. telah melengkapinya dengan sangat tepat dengan menambahkan kalimat-kalimat yang sangat fasih di bagian akhir. Tambahan itu adalah dari "Tak ada selain Engkau yang dapat menggabungkan" dan seterusnya. •


KHOTBAH 47
Tentang Bencana Menimpa Kufah
Wahai Kufah, seakan-akan saya melihat Anda tenggelam seperti kulit bersamak dari pasar 'Ukkazh, Anda akan dicukur oleh petaka dan ditunggangi malapetaka. Tentulah saya tahu bahwa apabila seorang lalim berniat jahat bagi Anda, Allah akan menimpakannya dengan kecemasan dan melemparinya dengan seorang pembunuh (mengirim seseorang untuk membunuhnya). •
 

 Di Zaman jahiliah biasa diselenggarakan suatu pasar tahunan di Makkah. Namanya 'Ukkazh di mana banyak diperdagangkan kulit yang telah disamak. Kemudian kulit samakan diatributkan pada pasar itu. Di samping jual beli, pertemuan kesusastraan juga dilaksanakan, dan orang-orang Arab biasa menarik kekaguman dengan membacakan karya-karya mereka. Setelah Islam, karena adanya pertemuan jemaah haji yang lebih baik, pasar itu lenyap.
 Ramalan Amirul Mukminin itu terpenuhi kata demi kata. Dunia melihat betapa orang-orang yang melakukan kelaliman dan penindasan sewenang-wenang itu menghadapi kesudahan yang tragis, dan kehancuran mereka disebabkan oleh penumpahan darah dan pembunuhan yang mereka lakukan. Akhir kesudahan ibn Abih (anak dari ayah yang tak diketahui), ketika ia hendak mengucapkan pidato untuk mencemari Amirul Mukminin, ia tiba-tiba jatuh lumpuh, dan sejak itu tak pernah dapat meninggalkan pembaringannya. 'Ubaidillah ibn Ziyad, yang melakukan pcrtumpahan darah di sana, terserang penyakit kusta dan akhirnya tewas tcrbunuh oleh sebilah pedang ganas. Kekejaman al-Hajjaj ibn Yusuf ats-Tsaqafi mengakibatkan nasib celaka. Ular menjalar masuk ke dalam perutnya, yang menyebabkan kematiannya setelah menanggung sengsara yang sangat. 'Umar ibn Hubairah al-Fazart mati sctelah lama menderita. Khalid ibn 'Abdillah al-Qasri menderita dalam penjara dan dibunuh dengan cara yang sangat buruk. Mush'ab ibn Zubair dan Yaztd ibn Muhallab ibn Abi Shufrah juga terbunuh dengan pedang.


KHOTBAH 48
Diucapkan Ketika Sedang Menuju Suriah
Segala puji bagi Allah ketika malam membentang dan menjadi gelap, dan segala puji bagi Allah bilamana bintang bersinar dan terbenam. Dan segala puji bagi Allah yang nikmat-Nya tak terbayar.
Amma ba'du, saya telah mengirim barisan depan dan telah memerintahkan mereka tinggal di tepian Sungai sampai tiba perintah saya (selanjutnya) kepada mereka. Niat saya ialah menyeberangi air ini sampai ke tempat kecil kediaman manusia yang tinggal di sisi-sisi (Sungai) Tigris dan membangkitkan mereka untuk maju ke arah musuh dan menjadikannya pasukan pembantu bagi Anda.
Sayid Radhi berkata: Di sini dengan milthāt Amirul Mukminin a.s. memaksudkan arah ke mana ia telah memerintahkan orang-orang itu berkemah, yaitu tepian Sungai Efrat; milthat digunakan untuk tepian sungai walaupun makna harfiahnya adalah tanah datar; sedangkan dengan nutfah ia maksudkan air Sungai Efrat, suatu ungkapan yang mencengangkan. •
 

Amirul Mukminm menyampaikan khotbah ini ketika ia berkcmah di Lcmbah an-Nukhailah pada hari Rabu, 5 Syawal 37 H, dalam perjalanannya ke Shiffin. Barisan depan yang dimaksudkan ialah 12.000 orang yang telah dikirimkannya lebih dahulu ke Shiffin di bawah komando Ziyad ibn an-Nadhr dan Syuraih ibn Hani, sementara pasukan kecil Mada'in yang disebutkannya adalah suatu kontingen yang terdiri dari 1.200 orang yang telah datang menjambut seruan Amirul Mukminin.

KHOTBAH 49
Tentang Kebesaran dan Kemuliaan Allah
Segala puji bagi Allah yang mengetahui semua hal yang tersembunyi, dan kepada-Nya semua hal yang terbuka memandu. la tak dapat dilihat oleh mata, tetapi mata yang tidak melihat-Nya tak dapat menyangkali-Nya, sedang pikiran yang mengukuhkan maujud-Nya tak dapat melihat-Nya. la demikian tinggi daJam kemuliaan sehingga tak ada yang lebih tinggi dari Dia. Tetapi kemuliaan-Nya tidak menjauhkan Dia dari segala ciptaan-Nya, tidak pula kedekatan-Nya menjadikan mereka setara dengan Dia. la tidak memberitahukan kepada pikiran (manusia) tentang batas sifat-sifat-Nya, la tidak mencegahnya untuk mendapatkan pengetahuan yang hakiki tentang Dia. Maka, la adalah sedemikian sehingga semua tanda keberadaan menyaksikan bagi Dia sampai pikiran yang menolak pun mempercayai-Nya. Mahatinggi Allah di atas segala yang digambarkan oleh orang-orang yang menyerupakan Dia dengan sesuatu, atau yang menyangkali Dia. •


KHOTBAH 50
Campuran antara Hak dan Batil
Basis terjadinya fitnah adalah hawa nafsu yang diperturuti dan perintah yang ditambah-tambahkan (bid'ah). Hal itu bertentangan dengan Kitab Allah. Orang bekerjasama tentangnya sekalipun ia bertentangan dengan Agama Allah. Apabila kebatilan murni dan tak bercampur dengan yang hak, ia tak akan tersembunyi dari orang-orang yang mencarinya. Dan apabila yang hak murni dan tidak bercampur dengan yang batil, orang-orang yang menaruh kebencian kepadanya akan dibungkamkan. Namun, yang dilakukan ialah sesuatu diambil dari sini dan sesuatu diambil dari sana, dan keduanya bercampur. Pada tahap ini iblis menaklukkan teman-temannya, dan yang melepaskan diri hanyalah mereka yang sebelumnya telah diberi Allah kebajikan. •


KHOTBAH 51
Di Shiffin, ketika tentara Mu'awiah menyerbu sebagian tentara Amirul Mukminin dan menduduki tepian Sungai Efrat dan mencegah mereka mengambil airnya, Amirul Mukminin berkata:
Mereka sedang meminta pada Anda suapan-suapan pertempuran.[1] Maka Anda (harus memilih apakah Anda) tinggal dalam kehinaan dan kedudukan yang paling rendah, atau membasahi pedang Anda dengan darah dan memuaskan haus Anda dengan air. Kematian yang sebenarnya ialah kehidupan dalam taklukan, sedang kehidupan yang sesungguhnya ialah mati sebagai penakluk. Mu'awiah sedang memimpin sekelompok kecil pemberontak dan telah membiarkan mereka dalam gelap tentang kenyataan sesungguh-nya, sehingga mereka telah menjadikan dada mereka sasaran kematian.
 

Amirul Mukminin tiba di Shiffin ketika Mu'awiah sudah menempatkan empat puluh ribu orangnya di tepian Sungai untuk menutup jalan ke tempat air, sehingga hanya orang Suriah yang dapat mengambil airnya. Ketika pasukan Amirul Mukminin turun ke sana, mereka melihat bahwa tak ada tempat persediaan air kecuali di tempat itu. Bila ada lainnya, sukar dicapai karena harus melintasi bukit-bukit. Amirul Mukminin mengutus Sha'sha'ah ibn Shuhan al-'Abdi kapada Mu'awiah dengan permintaan untuk membuka jalan ke air itu. Mu'awiah menolak. Di sisi ini pasukan Amirul Mukminin kesulitan air. Ketika Amirul Mukminin melihat situasi itu, ia berkata, "Bangkitlah dan dapatkan air dengan pedang." Maka, orang-orang yang kehausan ini menghunus pedang, me-masang busur dan dengan membubarkan orang Mu'awiah, mereka langsung me-nuju sungai dan menyingkirkan penjaganya lalu menduduki tempat itu.
Sekarang, orang-orang Amirul Mukminin menginginkan pembalasan agar tiada seorang Suriah pun boleh mengambil air di situ, biar mereka semua mati kehausan. Tetapi, Amirul Mukminin mengatakan, "Apakah Anda sekalian hendak mengambil langkah-langkah yang sama kejinya seperti yang diambil orang-orang Suriah itu? Jangan menghalangi siapa pun menggunakan air. Barangsiapa hendak minum, boleh minum, dan barangsiapa mau mengambilnya, boleh mengambil." Maka, walaupun air itu dikuasai tentara Amirul Mukminin, setiap orang diberi kebebasan untuk mengambil air.


KHOTBAH 52
(Khotbah ini telah muncul sebelumnya, tetapi karena ada perbedaan antara kedua versinya maka kami kutip lagi.) Pokoknya ialah kejatuhan dunia serta ganjaran dan hukuman di akhirat
Berhati-hatilah, dunia sedang menggulung dan telah memaklumkan perpisahannya. Ihwalnya yang dikenal telah menjadi asing dan ia sedang bergerak mundur dengan cepat. la sedang memajukan penghuninya kepada kehancuran dan menggiring para tetangganya kepada kematian. Hal-halnya (kenikmatannya) yang manis telah menjadi asam, dan hal-halnya yang jernih telah tercemar. Akibatnya, yang tertinggal darinya hanyalah seperti air sisa dalam sebuah bejana atau seteguk air dalam ukuran. Apabila seseorang kehausan meminumnya, dahaganya tak terpuaskan.
Wahai hamba-hamba Allah, bersiaplah untuk keluar dari dunia ini yang bagi penghuninya kebusukan telah ditetapkan, dan (berhati-hatilah) agar hasrat hati tak menaklukkan Anda, jangan pula Anda menganggap tinggalnya Anda di dunia ini akan lama. Demi Allah, apabila Anda berteriak seakan unta betina yang telah kehilangan anakjiya, mendekut seperti bunyi merpati, bergumam seperti pertapa yang khusyuk dan ber-paling kepada Allah dengan meninggalkan kekayaan Anda dan anak-anak sebagai sarana untuk mendapatkan kedekatan kepada-Nya dan kedudukan tinggi di sisi-Nya, atau keampunan dosa yang telah diliput Kitab-Nya dan dicatat oleh malaikat-malaikat-Nya, maka semua itu masih kurang dari ganjaran yang saya harapkan bagi Anda, atau hukuman-Nya yang saya takutkan menimpa Anda.
Demi Allah, apabila hati Anda larut sepenuhnya dan mata Anda me-numpahkan air mata darah untuk hidup di dunia ini selama dunia ini ada, dalam keadaan demikian pun amal Anda tak dapat membayar nikmat-Nya yang besar atas Anda dan atas pemberian petunjuk-Nya pada Anda kepada keimanan.
Gambaran tentang 'Idul-Qurban serta Sifat-sifat Hewan Kurban
Hewan yang sepenuhnya cocok untuk kurban, telinganya harus tegak dan matanya sehat. Apabila telinga dan matanya sehat maka hewan kurban itu sehat dan sempuma, sekalipun tanduknya patah atau ia berjalan menyeret kaki ke tempat pengurbanan.
Sayid Radhi mengatakan: Di sini tempat kurban berarti tempat penyembelihan


0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net