Sponsor

Rabu, 20 Maret 2019

KESUCIAN NABI | NABI ITU…..TAK PERNAH MELAKUKAN DOSA LHO…..!




Nabi benar
Nabi adalah pembawa berita dari Tuhan. Penyampai segala risalah dan aturan (agama) Tuhan kepada semua manusia. Dengan menyandang predikat penyampai hokum Tuhan, maka seoran nabi mesti menyandang syarat-syarat atau sifat-sifat yang bisa menjamin sampainya berita Tuhan dengan benar dan lengkap. Yang pertama bahwa seorang nabi mesti berkata benar. Hal ini untuk menjamin setiap yang diasampaikannya adalah benar. Tidak boleh nabi pembohong atau pernah bohong. Sebab hal ini akan mengandung implikasi bahwa, kalau nabi pernah bohong, jangan-jangan apa yang disampaikannya ada yang salah karena dia berbohong. Jika demikian maka dia berkhianat kepada Tuhan. Dengan terjaminnya nabi berkata benar, maka terjamin pula kebenaran agama.

Nabi tidak pernah lupa
Sebagai penyampai risalah agama, nabi tidak boleh memiliki penyakit lupa. Nabi senantiasa memiliki daya ingat yang kuat terhadap segala sesuatu yang berasal dari agama (sementara agama meliputi segala aspek kehidupan, maka daya ingat nabi meliputi segala aspek kehidupannya). Kenapa nabi tidak boleh lupa? Karena sifat lupa merupakan pangkal dari kesalahan. Orang yang lupa bisa mengatakan dan melakukan perbuatan yang salah, yakni bertentangan dengan aturan awal yang benar. Nabi pasti berkata dan berbuat secara benar untuk menjain berita dan pengamalan agama yang benar. Oleh karena itu seorang nabi harus tidak memiliki sebab-sebab untuk salah (salah satunya adalah lupa).

Nabi adalah orang yang tidak bodoh
Dengan jaminan tersampaikannya agama secara lengkap, menuntut pula adanay sifat nabi yang pintar (tidak bodoh). Karena kebodohan merupakan awal dari kesalahan. Orang yang bodoh akan berbuat salah karena dia tidak menhetahui yang benar. Sementara nabi harus benar. Maka jelas bahwa seorang nabi tidak boleh bodoh atau tidak mengetahui sesuatu.

Nabi tidak pernah melakukan kesalahan (dosa)
Seperti dijelaskan di atas, bahwa nabi mustahil salah dalam berkata dan berbuat. Artinya, Nabi tidak mungkin melakukan perbuatan yang salah atau dosa. Perbuatan salah adalah pelanggaran terhadap apa yang diperintahkan oleh Tuhan yang benar. Pelanggaran  merupakan kemaksiyatan kepada Tuhan, sementara kemaksiyatan adalah dosa.

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net