Nabi benar
Nabi adalah pembawa berita dari Tuhan. Penyampai segala
risalah dan aturan (agama) Tuhan kepada semua manusia. Dengan menyandang
predikat penyampai hokum Tuhan, maka seoran nabi mesti menyandang syarat-syarat
atau sifat-sifat yang bisa menjamin sampainya berita Tuhan dengan benar dan
lengkap. Yang pertama bahwa seorang nabi mesti berkata benar. Hal ini untuk
menjamin setiap yang diasampaikannya adalah benar. Tidak boleh nabi pembohong
atau pernah bohong. Sebab hal ini akan mengandung implikasi bahwa, kalau nabi
pernah bohong, jangan-jangan apa yang disampaikannya ada yang salah karena dia
berbohong. Jika demikian maka dia berkhianat kepada Tuhan. Dengan terjaminnya
nabi berkata benar, maka terjamin pula kebenaran agama.
Nabi tidak pernah lupa
Sebagai penyampai risalah agama, nabi tidak boleh
memiliki penyakit lupa. Nabi senantiasa memiliki daya ingat yang kuat terhadap
segala sesuatu yang berasal dari agama (sementara agama meliputi segala aspek
kehidupan, maka daya ingat nabi meliputi segala aspek kehidupannya). Kenapa
nabi tidak boleh lupa? Karena sifat lupa merupakan pangkal dari kesalahan.
Orang yang lupa bisa mengatakan dan melakukan perbuatan yang salah, yakni
bertentangan dengan aturan awal yang benar. Nabi pasti berkata dan berbuat
secara benar untuk menjain berita dan pengamalan agama yang benar. Oleh karena
itu seorang nabi harus tidak memiliki sebab-sebab untuk salah (salah satunya
adalah lupa).
Nabi adalah orang yang tidak
bodoh
Dengan jaminan tersampaikannya agama secara lengkap,
menuntut pula adanay sifat nabi yang pintar (tidak bodoh). Karena kebodohan
merupakan awal dari kesalahan. Orang yang bodoh akan berbuat salah karena dia
tidak menhetahui yang benar. Sementara nabi harus benar. Maka jelas bahwa
seorang nabi tidak boleh bodoh atau tidak mengetahui sesuatu.
Nabi tidak pernah melakukan
kesalahan (dosa)
Seperti dijelaskan di atas, bahwa nabi mustahil salah
dalam berkata dan berbuat. Artinya, Nabi tidak mungkin melakukan perbuatan yang
salah atau dosa. Perbuatan salah adalah pelanggaran terhadap apa yang
diperintahkan oleh Tuhan yang benar. Pelanggaran merupakan kemaksiyatan kepada Tuhan,
sementara kemaksiyatan adalah dosa.








0 komentar:
Posting Komentar