Sponsor

Minggu, 24 Maret 2019

LANDASAN DASAR AKHLAK | MEMUPUK AKHLAK SEJAK DINI



Yang dimaksud landasan Dasar atau sumber akhlak adalah yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dan tercela. Sebagaimana keseluruhan ajaran agama Islam, sumber akhlak adalah Al Qur’an dan Sunnah, bukan akal pikiran atau pendapat masyarakat sebagaimana konsep etika atau moral. Dan bukan pula seperti pendapat Mu’tazilah mengenai baik dan buruk (Yunahar Ilyas 2005:4).
 Al Qur’an dan Sunnah telah memiliki ukuran kebenaran yang mutlak dalam menentukan baik dan buruk. Ini tidak berarti mengesampingkan peran akal, hati nurani dan pendapat masyarakat dalam menentukan baik dan buruk.
Karena akal pikiran manusia hanyalah salah satu kekuatan yang dimiliki manusia untuk mencari kebaikan atau keburukan. Keputusan akal itu berawal dari pengalaman empiris kemudian diolah menurut kemampuan pengetahuannya. Sebab itu keputusan yang didasarkan akal itu hanya bersifat spekulatif dan subyektif (Asmaran: 1994 35). Begitu pula hati nurani, sekalipun hati nurani atau fitrah itu dapat dipakai ukuran baik dan buruk tetapi fitrah manusia tidak selalu terjamin dapat berfungsi dengan baik karena pengaruh dari luar, termasuk pendidikan dan lingkungan. Fitrah hanyalah merupakan potensi dasar yang perlu dipelihara dan dikembangkan. Tidak sedikit manusia yang fitrahnya tertutup sehingga hati nuraninya tidak lagi dapat melihat kebenaran. Sebab itu ukuran baik dan buruk tidak dapat sepenuhnya hanya kepada hati nurani itu fitrah manusia. Harus dikembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah (Yunahar Ilyas: 2005:4) Demikian juga pandangan masyarakat tidak dapat di jadikan salah satu ukuran baik dan buruk karena sangat relative. Hal itu tergantung sejauh mana kesucian hati nurani masyarakat dan kejernihan pikiran mereka dapat terjaga dengan baik. Masyarakat yang hati nuraninya sudah tertutup dan akal pikirannya sudah dikotori oleh sikap dan perilaku yang buruk tentu tidak dapat di jadikan ukuran sekalipun tidak murtad.
Dari hal diatas hanya Al Qur’an dan Sunnahlah yang memiliki ukuran yang pasti tidak spekulatif., obyektif, komprehensif dan universal dalam menentukan ukuran baik dan buruk. 
Allah Swt berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An Nisa’(4) 59)
Nabi Saw bersabda:
تركت فيكم امرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتب الله تعالى وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم. رواه المالك
“Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian selama berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan tersesat. Dua perkara itu adalah Kitabullah dan Sunnah Rasul Nya” (HR. Malik)



0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net